Saturday, December 22, 2007

Mulai dengan Software Statistik R

merupakan free software untuk analisis statistik dan grafik yang dapat dijalankan pada berbagai paltform sistem operasi seperti UNIX, Windows and MacOS. R merupakan suatu pecahan perangkat lunak statistik yang awalnya dikembangkan dari bahasa S, yang dikembangkan pertama kali oleh Rick Backer, John Chambers dan Allan Wilks dari AT&T Bell Laboratory. Pada perkembangngannya S menjadi produk komersial S-PLUS. Seperti halnya produk-produk komersial statistik lainnya, seperti SPPS, M-Plus, dll, perangkat lunak inipun sangat mahal harganya di pasaran. Atas alasan ini dua orang ahli statistik, Ross Ihaka dan Robert Gentlemen dari University of Auckland mengembangkan versi open source dari S, dinamai sebagai R, yang ditujukan pengajaran dan menjangkau kalangangan akademisi secara meluas. Versi ini pertama kali diluncurkan tahun 1995 dengan lisensi General Public License (GPL).

Popularitas perangkat lunak ini sangat luar biasa. Berkembang ke berbagai aplikasi termasuk integrasinya dengan berbagai perangkat lunak analisis dan permodelan spasial atau yang dikenal sebagai geostatistik. Dowload perangkat lunak R, manual dan tutorial tersedia. Silahkan mencobanya. Bagi yang tertarik untuk mendalamin, buku Statistics: An Introduction using R, karangan Michael J. Crawley bisa menjadi awal bagi pemula yang ingin memahami soal R.

Masih di situs yang sama, berbagai aplikasi R diperlihatkan. Dari mulai soal-soal pengembangan model statistik, ekononofiska untuk analisis pasar finansial sampai ke aplikasi bioinformatika.

Mulai dengan GRASS GIS

Geographic Resources Analysis Support System (GRASS) adalah perangkat lunak sistem informasi geografik/GIS yang digunakan untuk pengelolaan data spasial, pemrosesan citra satelit, permodelan spasial yang kemudian dalam perkembangannya diintegrasikan dengan berbagai perangkat lainnya seperti statistik dan analisis numerik lainnya termasuk perluasan aplikasinya kedalam internet mapping. Merupakan free software dengan lisensi GNU General Public License (GPL).

Awalnya dikembangkan oleh U.S. Army Construction Engineering Research Laboratories (USA-CERL, 1982-1995), sebagai perangkat untuk analisis manajemen lahan dan lingkungan.Saat ini aplikasi GRASS telah berkembang ke berbagai bidang dan dimanfaatkan oleh berbagai institusi baik pendidikan, penelitian maupun komersial.

GRASS bisa dijalankan hampir untuk semua sistem operasi dari mulai LINUX dengan berbagai varian dan distronya, MacOS X, maupun Quatum GIS yang slah satunya berbasis Windows. Apapun sistem operasi yang anda suka, dengans sedikit ketekunan lama-lama akan menyukai perangkat lunak ini.

Tutorial dan manualnya juga tersedia dan ditulis dengan lengkap dan mudah dipahami. Tapi bagi yang ingin mendalamin dan ingin tahu secara keseluruhan, silahkan baca buku Open Source GIS: Grass Approach, yang ditulis Markus Neteler, salah seorang developernya. Tapi kalau seandainya ingin sekedar menjajaki hal-ihwal soal per GRASSan, beberapa publikasi online ada disini.

Road Map Open Source yang akan digulirkan

Ramai-ramai ikutan untuk mempopulerkan istilah "road map":), pembahasan mengenai policyTOOLS 2.0 akan digulirkan untuk mencakup topik-topik berikut:

(1). Pengenalan dan sosialisasi berbagai perangkat lunak open source yang saya rasa sangat penting untuk dipopulerkan. Saya akan mulai dengan beberapa perangkat lunak, diantaranya GRASS(Geographic Resource Analysis Systems).Perangkat lunak ini sangat populer untuk mengolah data spasial dan citra satelit. Mungkin ini bisa sebagai alternatif dari ARC GIS dari ESRI yang harganya sangat mahal, sekitar 30,000 USD. R Stats adalah perangkat lunak lainnya sebagai alternatif dari SPSS dalam mengolah data statistik. Pelan-pelan saya akan kembangkan pembahasannya ke berbagai perangkat liannya seperti simulasi, pengelolaan basis data yang lebih besar dan berbagai isu soal data mining.
(2). Pembahasan soal isu migrasi dan konversi data dari berbagai perangkat lunak komersial. Beberapa petunjuk teknis akan coba dibahas dan dikemas dalam dokumen on-line.
(3). Sharing pengetahuan untuk penerapan perangkat berbasis open source untuk analisis kebijakan.
(4). Pembuatan berbagai manual dan dokumen yang akan disebarluaskan secara public domain

Selain dari empat hal yang spesifik diatas, saya juga akan mempopuler berbagai inisiatif didunia open source lainnya, diantaranya sistem hak cipta yang diperkenalkan oleh Prof. Leissig dari Stanford University, Creative Commons.

Mari kita sama-sama menjadi bagian dari manusia produktif untuk mengembangkan komunitas open source agar berbagai perilaku menyimpang seperti pembajakan perangkat lunak dan kesenjangan digital di Indonesia bisa dihilangkan. Misalnya, mulailah mendorong kawan2 disekeliling kita untuk menggunakan Open Office.org sebagai alternatif untuk Microsoft Office. Sebagai pengganti sistem operasi Windows, bagi yang terlanjur memiliki yang tidak orisinal, saya anjurkan coba UBUNTU. Dijamin pasti senang menggunakannya.

Salam dari Tokyo..